Informasi Kemacetan Jalur Mudik Saat Ini Cara Menghindari Kamacetan

  • Informasi
  • /
  • Diterbitkan: Kamis, 28 April 2022
  • Dilihat 1458

Informasi Kemacetan Jalur Mudik Saat Ini Cara Menghindari Kamacetan
Sumber Gambar: Informasi - Informasi Kemacetan Jalur Mudik Saat Ini Cara Menghindari Kamacetan

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan meminta maaf atas kejadian antrean kendaraan pemudik sebelum masuk ke Pelabuhan Merak, Banten. Kejadian itu sudah terjadi sejak Senin, 25 April 2022 malam. Bahkan, ada yang harus antre hingga lima jam lamanya hanya untuk bisa masuk ke pelabuhan dan menumpang kapal. 

Budi menjelaskan antrean kendaraan selama berjam-jam dapat terjadi karena salah satunya kantong parkir di dalam pelabuhan penuh. Dia kemudian menyarankan agar masyarakat menyeberang pada siang hari, karena biasanya tidak terjadi antrean kendaraan. 

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta kepada operator kapal penyeberangan memberikan diskon tarif penyeberangan pada siang hari. Hal ini agar persebaran pergerakan penumpang lebih merata.

Sebab pada siang hari, kata Budi, penumpang kapal penyeberangan cenderung lebih lengang dibandingkan pada malam hari.

Di sisi lain, Dirjen Hubud Budi Setiyadi juga menyebut telah diupayakan agar jumlah kapal yang beroperasi bertambah menjadi 34 unit per harinya. Selain itu, akan ditambahkan pula jumlah trip. 

Strategi lainnya untuk mengurangi antrean di Pelabuhan Merak yakni dengan melarang kendaraan besar atau truk melintas melalui pelabuhan tersebut. Kebijakan itu berlaku mulai Kamis (28/4/2022) pukul 00.00 WIB, untuk memberi ruang terhadap kendaraan pemudik.

Dengan pembatasan truk maupun kendaraan besar tersebut, Budi berharap, jalan arteri dan dermaga pelabuhan Merak bisa menampung lebih banyak kendaraan pemudik.

Sementara untuk mengantisipasi banyaknya pemudik sepeda motor, pihak pelabuhan Merak terkait menyiapkan jalur khusus di dermaga yang sudah disiapkan dan dipasangi tenda, sehingga pemudik tetap aman.

Kembali

Tags: Informasi